Rabu, 13 Mei 2009

Filosofi Pendidikan Kristen

WHAT ABOUT OTHER PHILOSOPHY OF EDUCATION?

Filsafat pendidikan merupakan pemikiran-pemikiran yang dikemukakan oleh para filsuf jauh sebelum Kristus datang ke dunia. Pemikiran para filsuf, baik yang berasal dari timur sampai barat yang telah menyumbangkan pemikiran-pemikiran yang sangat mempengaruhi pendidikan hingga saat ini. Pada paper refleksi ini akan dibahas mengenai filsafat pendidikan di zaman reformasi sampai abad pencerahan, oleh seorang tokoh yang menganut rasionalisme Rene Descartes.

Rasionalisme memberikan pengaruh yang besar pada pemikiran pendidikan hingga pada saat ini. Ide rasionalisme dapat ditemukan pada ilmu-ilmu yang menggunakan logika seperti matematika. Rasionalisme berarti berusaha menghakimi segala sesuatu berdasarkan akal atau pikiran (Brown, 2005, hlm. 63). Rasionalisme berangapan bahwa segala sesuatu permasalahan dapat diselesaikan dengan menggunakan rasio (akal).

Salah satu tokoh filsafat yang menganut rasionalisme adalah Rene Descartes. Pikiran-pikiran pokok Descartes menurut buku Tokoh-tokoh Filsafat Barat Modern antara lain :

1. Kesangsian metodis : sangsi akan segala hal, supaya tinggal diterima hal yang betul-betul pasti, sehingga dapat terjadi suatu sistem filsafat.

2. Cogito ergo sum: kalau saya sangsi akan segala sesuatu, tinggal satu hal yang tidak dapat disangkal yaitu kesangsian sendiri.

3. Subjek sebagai pusat: manusia yang berpikir merupakan pusat dunianya.

4. Ide-ide jelas dan tegas: akal, budi, rasio mencapai suatu kepastian tanpa pertolongan siapapun.

5. Dualisme: jiwa dan badan merupakan dua kenyataan yang terpisah, yang saling mempengaruhi melalui kelenjar kecil di bawah otak.

Pemikiran Descartes ini dapat dipahami bahwa manusia dapat memperoleh semua pengetahuan tanpa mengenal Allah. Ilmu logika mengajarkan manusia, (dalam konteks pendidikan yaitu guru dan murid) mempelajari semua pelajaran tanpa perlu mengenal Allah. Pemikiran ini akan mengajarkan para siswa untuk mengandalkan kekuatan mereka sendiri. Pada akhirnya akan menghasilkan kesombongan dan keegoisan.

Para siswa yang akan diasuh dalam pemikiran ini akan bertumbuh menjadi orang-orang yang dualisme. Mereka akan beranggapan bahwa jiwa dan pikiran terpisah serta tidak saling mempengaruhi. Mereka akan mengkotak-kotakkan Allah dan dunia. Allah adalah sosok yang berperan dalam masalah kerohanian dan dunia adalah berpusat pada manusia sebagai makhluk yang mampu berpikir.

Pendidikan Kristen bukanlah seperti pendidikan yang menganut filsafat Descartes ini. Pendidikan Kristen adalah pendidikan yang mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terdapat di alam semesta ini adalah atas kedaulatan Allah semata. Allah adalah sumber ilmu pengetahuan itu dan manusia diberikan kuasa untuk mencari dan mengolah pengetahuan tersebut. Penyelesaian masalah tidak semua bisa dicapai dengan menggunakan akal. Ada hal yang tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan rasio, misalnya adalah penciptaan dunia. Berbagai macam teori yang dikemukakan oleh para ilmuwan tetapi semua itu tidak dapat dijelaskan oleh akal secara rinci. Salah satu teori yaitu penciptaan Intelligent Design menyatakan bahwa bumi tercipta dari partikel-partikel kecil yang terususun sedemikian rupa. Partikel-partikel kecil tersebut mereka percaya berasal dari Intelligent Design yang telah mengaturnya sedemikian rupa. Akan tetapi, mereka tidak mengakui bahwa Allah adalah pencipta partikel-partikel kecil tersebut.

Manusia tidak bisa mengandalkan kekuatan mereka sendiri dalam menghadapi segala permasalahan yang terjadi di sekitar mereka. Manusia tidak akan dapat menemukan sendiri jawaban dari setiap masalah yang ada. Pemikiran Allah tidak dapat dicapai dengan sebatas akal.

Guru Kristen juga bukanlah guru yang mengabaikan kemampuan intelektual dan kemampuan berpikir siswa. Guru Kristen juga harus bisa mengembangkan kemampuan berpikir siswa untuk kemuliaan nama Tuhan. Kemampuan berpikir yang dimiliki oleh siswa harus digali sedalam-dalamnya karena kemampuan berpikir merupakan anugerah Allah. Allah membekali manusia dengan otak untuk berpikir. Hasil pemikiran yang dibuahkan oleh manusia berguna untuk kemuliaan Tuhan dan tanggungjawab manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Guru Kristen membimbing siswa untuk menggunakan pemikirannya untuk maksud dan tujuan yang jelas. Kemampuan berpikir harus berdasarkan pada Kebenaran, yaitu Yesus Kristus. Manusia dapat hidup bukan karena fakta-fakta yang berasal dari pemikirannya. Manusia dapat menguasai dunia bukan karena kemahiran dalam menggunakan akal. Allah adalah sumber dari segala sesuatu. Jika Allah adalah sumber dari segala sesuatu, maka kita perlu mengenalnya lebih dalam lagi. Pengenalan yang benar akan Allah bukan hanya diperoleh di gereja dan pelajaran Agama. Pengenalan yang benar akan Allah diperoleh dari setiap bidang ilmu yang diajarkan kepada siswa. Guru Kristen harus meyakinkan siswa bahwa Allahlah yang berdaulat di segala zaman dan waktu, bukan hanya dalam sejarah Alkitab dibuat. Pendidikan Kristen akan menghasilkan siswa yang akan mengandalkan Tuhan di setiap pemikiran dan masalah kehidupannya.

REFERENSI

Brown, C., (2005). Filsafat dan iman kristen. Surabaya: Penerbit Momentum

Hamersma, H., (1992). Tokoh-tokoh filsafat barat dan modern. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

1 komentar:

  1. Buat pembaca yang setia..
    silakan tinggalkan komentar anda yang positif dan membangun..
    Gbu All..^^

    BalasHapus